Paes Solo (bukan sekedar urusan konde)

Impian setiap calon pengantin adalah pake bajjuuu penganteeen nyaaa…
Salah satu obsesi gw dari kecil adalah baju penganten ala ibu Kartini, dengan warna hitam dan bahan beludru dan konde yg gede itu plus kembang goyangnya. Dulu ga tau namanya apa, tapi sekarang kita cari tau dari salah satu sumber yg menarik nih:

Paes Solo

Tradisi tata rias busana ini terinspirasi dari busana para bangsawan dan raja keraton Kasunanan Surakarta serta Istana Mangkunegaran, Jawa Tengah.
Untuk tata rias busana pengantin Solo Putri :
pengantin pria menggunakan baju beskap langenharjan dengan blangkon dan batik wiron bermotif Sidoasih prada.
Mempelai wanita menggunakan kebaya panjang klasik dari bahan bludru warna hitam berhias sulaman benang keemasan bermotif bunga manggar dan bagian bawah berbalut kain motif batik Sidoasih prada.
Tata rias pengantin wanita Solo Putri laksana putri raja dengan paes hitam pekat menghiasi dahi. Rias rambut dengan ukel besar laksana bokor mengkureh (bokor tengkurep), berhias ronce melati tibo dodo, diperindah perhiasan cundhuk sisir dan cundhuk mentul di bagian atas konde.

image

Sentuhan modifikasi pengantin Solo Putri dapat dilihat dari gaya berbusana yang menggunakan kebaya panjang lace.

Sebenernya, yg gw pengeenin banget itu pake dodot basahan, kayanya keren aja. Tapi niat ini pupus karena membuka aurat nih, lagian kasian heru karena harus telanjang dada, yg ada nanti masuk angin deh gara2 ini. Cekidot penjelasannya :

Selain Solo Putri gaya pengantin Solo yang terkenal adalah Solo Basahan.
Busana Solo Basahan berupa dodot atau kampuh dengan pola batik warna gelap bermotif alas-alasan (binatang) dan tetumbuhan hutan.
Seiring berjalannya waktu, pilihan motif dan corak warna dodot semakin beragam namun pilihan motif batik kain dodot tetap berpegang pada filosofi derajat mulia yang layak dikenakan pasangan pengantin.

image

image

Makna dari busana basahan adalah simbolisasi berserah diri kepada kehendak Tuhan akan perjalanan hidup yang akan datang.

Busana basahan mempelai wanita berupa kemben sebagai penutup dada, kain dodot  atau kampuh, sampur atau selendang cinde, sekar abrit (merah) dan kain jarik warna senada , serta buntal berupa rangkaian dedaunan pandan dari bunga-bunga bermakna sebagai penolak bala.

Busana basahan pengantin pria berupa kampuh atau dodot yang bermotif sama dnegan mempelai wanita, kuluk (pilihan warnanya kini semakin beragam, tidak hanya biru sebagaimana tradisi Keraton) sebagai penutup kepala, stagen, sabuk timang, epek, celana cinde sekar abrid, keris warangka ladrang, buntal, kolong keris, selop dan perhiasan kalung ulur.

Atau untuk yg lebih sopan, nutupin lengan gede ini dan ga kliatan vulgat, bisa pilih ini

image

 Busana Sikepan Ageng / Busana Solo Basahan Keprabon adalah salah satu gaya busana basahan yang diwarnai dari tradisi para bangsawan dan raja Jawa yang hingga kini tetap banyak diminati. Mempelai pria mengenakan kain dodotan dilengkapi dengan baju Takwa yakni semacam baju beskap yang dulu hanya boleh dipergunakan oleh Ingkang Sinuhun saja. Untuk mempelai wanita memakai kain kampuh atau dodot dilengkapi dengan bolero potongan pendek berlengan panjang dari bahan beludru sebagai penutup pundak dan dada.

Setelah koordinasi dengan mamah mertua, diacc adalah Paes Solo. Ga pake dodot basahan tapii taaa..

Alasan pake Paes Solo, kondenya yg gede itu menarik banget. Gw gendut jelas pilihan konde kaya gitu kayanya agak mengalihkan fokus orang ke badan gw yg bantet. Terus item item pekat yg dikepala itu lebih keliatan natural daripada yg cm nempel kaya Paes Ageng.

Pilihan kebaya juga warna hitam, bahan beludru dengan hiasana payet gold dan panjang. Ceritanya biar agak nyeret nyeret lantai gitu.

Untuk kali ini pilihan di Sanggar Rias Lily,deket rumah heru alias tetangga yang hasilnya pernah gw liat dinikahan sepupunya heru, emang hasilnya bagus. Semoga pas di gw ga gagal yaa,, supaya manglingi dan cuaaantik ciaamikk..

with love,

etta naeni

One thought on “Paes Solo (bukan sekedar urusan konde)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s